Berbeda dengan saham atau mata uang, emas tidak terikat langsung pada kinerja perusahaan atau kebijakan satu negara. Nilainya cenderung stabil dan diakui secara world-wide, sehingga permintaan emas biasanya melonjak saat kondisi dunia tidak menentu.
Alasan yang mungkin lebih masuk akal adalah peningkatan permintaan reksa dana berbasis emas (ETF emas).
Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
Dua faktor tersebut menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang konsisten, di samping permintaan emas untuk perhiasan dan elektronik yang akan selalu ada.
Sebuah penelitian menyimpulkan alasan mengapa makin banyak negara berkembang yang tak lagi menyimpan kekayaan dalam bentuk mata uang asing.
Di banyak negara berkembang, pelemahan mata uang lokal juga membuat masyarakat memilih emas sebagai penyimpan nilai yang lebih aman dibandingkan menyimpan uang tunai.
Analis independen Ross Norman mengatakan ketegangan geopolitik masih berlangsung meskipun tidak berada pada level tertinggi.
Alasannya karena AS dan negara-negara Barat sering menggunakan sanksi keuangan sebagai alat politik, misalnya membekukan aset atau membatasi transaksi negara tertentu.
Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Saat suku bunga rendah, instrumen seperti deposito atau obligasi menjadi kurang menarik karena imbal hasilnya kecil. Akibatnya, emas menjadi alternatif investasi yang lebih diminati.
Harga emas umumnya berbanding terbalik dengan nilai mata uang, terutama dolar AS. Ketika mata uang melemah, harga emas cenderung naik karena emas menjadi lebih murah bagi Trader yang menggunakan mata uang lain.
Alasan pertama adalah menguatnya ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan utang pemerintah. Kondisi ekonomi internasional diperburuk dengan penangguhan sebagian aktivitas pemerintahan AS akibat mandeknya anggaran.
Upaya de-dolarisasi oleh negara-negara berkembang diperkirakan akan terus terjadi. Negara berkembang kini cenderung berpandangan bahwa mata uang negara-negara Barat adalah aset berisiko karena memiliki peluang sanksi keuangan.
Kondisi ini menjadikan emas sebagai komoditas ekspor terpenting kedua setelah bijih besi yang telah menjadi sumber devisa utama bagi Australia.
Cina sudah mulai melepaskan obligasi pemerintah AS dan membeli lebih banyak emas. Langkah ini disebut sebagai “de-dolarisasi” yang tujuannya sama yaitu mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS.
Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca harga emas hari ini kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
